otomotif

Masa Depan Otomotif Kita 25 Tahun Mendatang

Jangan bayangkan hal-hal aneh akan terjadi dalam hal otomotif pada 25 tahun yang akan datang. JIka Anda di antara mereka yang akan survive di tahun 2045 harap tenang, tidak akan ada bencana perang dunia ketiga, tidak akan ada Neo Tokyo versi Akira, serangan Monster bernama Adam seperti di Evangelion, atau kedatangan bangsa Romulan yang akan memberikan teknologi Warp. Bahkan tidak ada kisah nonsens macam kendaraan terbang versinya Fifth Element.

Kendaraan di era tersebut oleh para ahli, setidaknya masih menggunakan setir, masih membutuhkan pedal untuk ditekan, serta pengaturan kecepatan lewat geseran pada gearlever dengan anggota tubuh kita sendiri. Mengemudi masih menggunakan  input dari otak kita sendiri, serta umpan balik dari panca indera yang kita punyai. Tidak ada waktu untuk robot otomatis KITT di Knight Rider untuk mengendalikan kendaraan dan mengajak kita berpetualang menangkapi orang jahat.

Tekanan yang dihadapi Pabrikan Otomotif

Mimpi-mimpi liar manusia dalam berkendara otomatis tidak akan sepenuhnya dikendalikan Artifisial Intelengence (AI), dikarenakan beberapa etika yang mesti dipenuhi, yakni masalah tanggungjawab berkendaraan. Hal ini membuat pabrikan otomotif yang ditunjang para ahli dibaliknya, merasa tidak perlu membuang waktu menyerahkan masa depan kendaraan manusia pada sistem otomatis. Artinya berkendaraan tidak akan dibuat menjadi lebih mudah jika akan menghilangkan kesadaran para pengguna di jalan. Seiring berlalunya waktu, pabrikan otomotif terus menghadapi tekanan peraturan yang semakin kuat untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi dan mengurangi polusi, juga pada saat yang sama menghadapi tekanan dari bos bos mereka sendiri untuk menjual lebih banyak mobil serta menjadikannya Rental Mobil Bandung lebih murah dan terjangkau untuk milliaran manusia.

Untuk alasan itulah pihak pabrikan otomotif tidak akan menyerahkan sistem yang mereka kendalikan untuk reputasi bisnis mereka terhadap kemajuan sains. Seperti mitos tentang energi. Tidak akan pernah energi gratis, sehat, yang terbarukan diperkenalkan kepada ummat manusia jika energi fossil masih ada, karena mengancam ekosistem para bos-bos konglomerat pengusaha energi. Sehingga bahan bakar kendaraan, lampu rumah, api memasak yang menyala seumur hidup dengan teknologi fusi reaktor seperti dalam Iron Man tidak akan terwujud, sampai energi fossil yang memasok perusahaan listrik selesai urusannya.

Perubahan bahan bakar

Lalu apa perbedaannya? Tentu ada perbedaan, misalnya mobil sudah sepenuhnya menggunakan energi listrik dengan baterai lebih tahan lama, serta kekuatan elektris yang menjadikan kendaraan lebih kuat di segala medan. Neville Jackson seorang ahli otomotif menyatakan reaktor listrik akan cenderung lebih kecil, didorong oleh turbocharger atau sistem dorongan listrik dengan efisiensi tinggi, serta bisa hybrid dengan jaringan energi sintetis lainnya yang memungkinkan suatu kendaraan memiliki performa lebih hebat dari kendaraan yang kita kenal pada 2019 saat ini.

Perubahan lain adalah penggunaan tenaga hidrogen yang lebih besar untuk menunjang sel listrik (FCEVs). Dengan jangkauan luas dan tanpa emisi kecuali air dan panas, menjadikan mobil lebih kendaraan ini sangat menyehatkan bumi –bukan lagi merusak tapi menyehatkan, sehingga sel bahan bakar hidrogen bisa menjadi primadona hingga 2040.

Selebihnya, adalah mitos-mitos dalam labolatorium yang tidak akan diperkenalkan pada masyarakat banyak. Bagaimanapun pencapaian sains terkadang bisa membuat bumi berantakan. Contohnya apa yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki, sehingga para ilmuwan millenialis akan lebih hati-hati.

You Might Also Like...